Masjid Kawasan Permaisuri Raja, Leluhur Para Raja sampai Menteri di Ceper


Majelis Klaten - Masjid Darussalam, demikian nama yang digunakan saat ini. Terletak di Dukuh Pucang, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Klaten.

Masjid yang pernah direnovasi total tahun 2001 ini tidak jauh dari Masjid Pesantren (Santren) kemarin. Masjid ini direhab oleh seorang menteri asli keturunan Pucang yang bernama Bapak H. Prijadi Praptosuhardjo. Menteri Keuangan di era Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dukuh Pucang, pada masa lampau merupakan kawasan lama Palar.

Babad Giyanti, 100 petak sawah di Puncang Palar atau Pucang Palar dibeli untuk Susuhunan Kabanaran atau Pangeran Mangkubumi atau kelak bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Dalam Babad Kangjeng Ratu Kancana. Palar Legen (Klegen?) merupakan asal dari Tumenggung Wirareja, yang kemudian menurunkan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Beruk atau GKR Kancana. GKR Beruk merupakan permaisuri dari Susuhunan Pakubuwana III. Kelak menurunkan Pakubuwana IV dan Mangkunegara II.

Dalam Babad Ranggawarsita. Palar sendiri dikenal sebagai tempat tinggal R. Ng. Ronggowarsito sampai akhir hayat. Namun demikian, Palar sendiri juga merupakan tempat tinggal dan makam  Para Leluhur seperti: Pangeran Tumenggung Sujanapura, Kyai Ageng Nayamenggala, Kyai Ageng Nayatruna atau Ngabehi Sudiradirja, kemudian Ngabehi Sudiradirja II atau Sudiradirja Gantang. Ngabehi Sudiradirja Gantang ini menurunkan Nyai Ageng Ronggowarsito, ibu dari R. Ng. Ronggowarsito.

Dalam Babad Tanah Jawi, disebutkan Panembahan Purbaya di saat Perang Sultan Ibnu Mustafa Pakubuwana di era Amangkurat IV di Kartasura pernah meminta tolong Ki Tumenggung Wiranagara untuk dicarikan ahli nujum. Oleh Ki Tumenggung Wiranagara lalu mencarikan ahli nujum ke Palar.

Di Masjid Pucang yang tersisa jejak masa lampaunya tinggal bedug dan beberapa artefak berupa batu-batu tua. Di kawasan ini juga terdapat banyak kompleks pemakaman tua, dengan didominasi nisan kijing model Bayatan.

0 Komentar